SANGATTA, KUTAI TIMUR. – Dua pelajar asal Kecamatan Muara Wahau, Randi Kurniawan dan Natasya Tasik, hadir sebagai bintang tamu dalam talkshow di Radio GWP 98,6 FM, Rabu (30/9/2026).
Randi Kurniawan merupakan siswa SMKN 1 Muara Wahau yang berhasil meraih posisi Winner Putra Duta Pelajar Kutai Timur 2026. Sementara Natasya Tasik, siswi SMAN 1 Muara Wahau, terpilih sebagai Wakil 1 Putri Duta Pelajar Kutai Timur 2026.
Keduanya hadir di studio GWP 98,6 FM yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Wisma Prima Swarga Bara, Sangatta, untuk berbagi cerita mengenai pengalaman mereka mengikuti rangkaian Pemilihan Duta Pelajar Kutai Timur 2026.
Dalam perbincangan tersebut, Randi dan Natasya mengaku masih merasa tidak menyangka dapat meraih posisi tersebut. Keduanya berasal dari Kecamatan Muara Wahau yang berada cukup jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Kutai Timur.
Kondisi tersebut justru menjadi salah satu hal yang membuat pencapaian mereka terasa semakin berkesan. Mereka membuktikan bahwa kesempatan untuk berprestasi dan berkembang terbuka bagi pelajar dari berbagai kecamatan di Kutai Timur.
Randi menuturkan, sejak awal dirinya tidak memasang ekspektasi terlalu tinggi dalam mengikuti pemilihan tersebut. Namun, proses yang dijalani membuatnya semakin percaya diri untuk bersaing dan menunjukkan kemampuan yang dimiliki.
“Awalnya saya benar-benar tidak menyangka bisa sampai di posisi ini. Saya datang dari Muara Wahau dan tentunya banyak teman-teman dari daerah lain yang juga punya kemampuan luar biasa. Jadi ketika akhirnya terpilih, rasanya sangat bersyukur sekaligus menjadi motivasi untuk terus berkembang,” ujar Randi.
Hal senada disampaikan Natasya. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga memberikan kebanggaan karena dapat membawa nama Muara Wahau dalam ajang tingkat kabupaten.
“Kami dari Muara Wahau tentu merasa bangga bisa membawa nama sekolah dan daerah. Ini juga membuktikan bahwa pelajar dari kecamatan yang jauh dari ibu kota kabupaten tetap punya kesempatan untuk berprestasi dan menunjukkan potensi,” kata Natasya.
Selain pengalaman selama kompetisi, keduanya juga menceritakan berbagai tantangan yang dihadapi selama mengikuti proses pemilihan. Mulai dari membangun kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi di depan umum, memperluas wawasan hingga beradaptasi dengan peserta lain dari berbagai wilayah di Kutai Timur.

Turut pula hadir dalam talkshow tersebut, Hafizah Melanie selaku Ketua Panitia Penyelenggara Pemilihan Duta Pelajar Kutai Timur 2026. Dalam kesempatan itu, Hafizah turut menceritakan berbagai tantangan dan kendala yang dihadapi panitia selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Salah satu kendala yang sempat memengaruhi pelaksanaan kegiatan yakni kondisi kabut asap yang terjadi di Kutai Timur. Kondisi tersebut membuat proses karantina peserta sempat mengalami penundaan. Meski demikian, panitia tetap melakukan penyesuaian terhadap rangkaian kegiatan agar seluruh tahapan pemilihan dapat tetap berjalan hingga selesai.
Hafizah mengatakan, berbagai kendala yang muncul selama pelaksanaan menjadi bagian dari proses yang harus dihadapi bersama oleh panitia maupun peserta. Menurutnya, koordinasi dan penyesuaian menjadi hal penting agar kegiatan tetap dapat terlaksana dengan baik.
“Memang selama proses pelaksanaan ada beberapa kendala yang kami hadapi, salah satunya kabut asap yang sempat membuat proses karantina tertunda. Tetapi kami tetap berusaha melakukan penyesuaian dan berkoordinasi agar seluruh rangkaian kegiatan bisa tetap berjalan sampai selesai,” ujar Hafizah.
Ia juga mengapresiasi para peserta yang tetap mengikuti seluruh rangkaian kegiatan meskipun menghadapi berbagai tantangan selama proses pemilihan. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bagian dari pembelajaran bagi para pelajar yang mengikuti ajang Duta Pelajar Kutai Timur 2026.
Bagi Randi dan Natasya, pengalaman tersebut memberikan pembelajaran yang tidak hanya berkaitan dengan kompetisi, tetapi juga membentuk keberanian untuk tampil dan berkomunikasi dengan lebih baik.
Keduanya juga menyampaikan harapan agar pelajar di Kutai Timur tidak ragu untuk mengikuti kegiatan positif dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk mengembangkan kemampuan diri.
Sementara itu, Humas PT Radio GWP, Adhamsyah, mengatakan mengatakan keterlibatan GWP sebagai media partner dalam Pemilihan Duta Pelajar Kutai Timur 2026 merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung kegiatan positif yang melibatkan generasi muda.
“GWP tentu senang bisa menjadi bagian dari Pemilihan Duta Pelajar Kutai Timur 2026 sebagai mitra media. Bagi kami, ini bukan hanya tentang publikasi kegiatan, tetapi juga bagaimana media bisa ikut memberikan ruang positif bagi anak muda untuk bertumbuh, berani berbicara dan menunjukkan potensi mereka,” ujarnya.
Menurutnya, radio memiliki ruang yang cukup dekat dengan generasi muda sehingga dapat menjadi salah satu media untuk menyebarkan semangat, pengalaman dan gagasan positif dari para pelajar.
“Kami berharap kolaborasi seperti ini bisa terus dilakukan. Ketika anak-anak muda diberikan ruang untuk berbagi cerita dan gagasan, masyarakat juga bisa melihat bahwa banyak potensi positif yang sedang tumbuh di Kutai Timur,” tambahnya.
Talkshow tersebut disiarkan melalui frekuensi GWP 98,6 FM dan dapat diikuti melalui layanan streaming Radio GWP 986
Kehadiran Randi dan Natasya di GWP 98,6 FM sekaligus menjadi bagian dari rangkaian kolaborasi antara media dan penyelenggara Pemilihan Duta Pelajar Kutai Timur 2026 dalam memperkenalkan sosok serta potensi pelajar kepada masyarakat luas.

Komentar