KUTIM, SANGATTA – Terwujudnya Jalan Pengganti Permanen (JPP) ruas Simpang Perdau–Tepian Langsat mendapat apresiasi dari Ketua DPRD Kutai Timur, Jimmi, S.T. Ia menilai pembangunan akses tersebut menjadi bentuk nyata kontribusi dunia usaha terhadap pembangunan daerah dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Jimmi berharap kontribusi serupa dapat diperluas oleh perusahaan-perusahaan tambang lainnya di Kutai Timur, terutama dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang masih dibutuhkan masyarakat.
Menurut Jimmi, keberadaan jalan permanen tersebut menjadi hal yang patut disyukuri karena telah lama dinantikan. Jalan itu juga diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang, khususnya mereka yang melakukan perjalanan dari Sangatta menuju Wahau maupun sebaliknya.
“Kontribusi seperti ini yang kita harapkan bisa diberikan oleh perusahaan-perusahaan tambang yang lain,” ujar Jimmi dalam wawancara usai melakukan pengecekan jalan.
Ia menilai masih terdapat sejumlah wilayah di Kutai Timur yang belum terjangkau infrastruktur secara optimal. Karena itu, keterlibatan sektor swasta dinilai penting untuk memperkuat pembangunan daerah, khususnya dalam penyediaan dan peningkatan konstruksi jalan.
Jimmi juga mengapresiasi partisipasi PT Kaltim Prima Coal (KPC) bersama PT Wijaya Karya (Wika) dalam pembangunan jalan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah dapat menghasilkan infrastruktur yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Dorongan terhadap kontribusi dunia usaha juga sejalan dengan harapan pemerintah agar pembangunan infrastruktur dapat memberikan manfaat yang seimbang bagi masyarakat dan aktivitas ekonomi. Jalan pengganti permanen Simpang Perdau–Tepian Langsat sendiri memiliki panjang sekitar 18,6 kilometer dan telah resmi dioperasikan pada 19 Agustus 2026.
Meski jalan tersebut berkaitan dengan kewenangan jalan kementerian, Jimmi mengingatkan bahwa keberadaannya tetap perlu dijaga bersama. Masyarakat sebagai pengguna juga memiliki peran penting agar fasilitas yang telah dibangun dapat terus dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Selain mengapresiasi pembangunan jalan, Jimmi menyampaikan masih perlunya sejumlah fasilitas pendukung. Ia menyinggung keberadaan pohon pelindung atau peneduh serta penerangan jalan.
Menurutnya, penerangan menjadi penting mengingat sebagian kawasan yang dilalui jalan masih jauh dari permukiman. Kondisi tersebut juga membuat pengguna jalan perlu mendapatkan dukungan infrastruktur yang dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan perjalanan.
Jimmi menilai pembangunan jalan permanen tersebut menjadi salah satu capaian penting bagi Kutai Timur. Terlebih, peresmian dilakukan berdekatan dengan momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ia berharap hadirnya akses baru tersebut tidak hanya memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi contoh bagaimana kontribusi dunia usaha dapat memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah.

Komentar