SANGATTA, KUTAI TIMUR – Kheisya Rosari Agatha dari SMAN 2 Sangatta Utara dan Randi Kurniawan dari SMKN 1 Muara Wahau terpilih sebagai Putri dan Putra Duta Pelajar Kutai Timur 2026. Keduanya dinobatkan dalam malam grand final yang digelar Kutim Action Center (KAC) di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Pusat Perkantoran Bukit Pelangi, Sabtu (26/9/2026) malam.
Selain gelar utama, Wakil 1 diraih Natasya Tasik (SMAN 1 Muara Wahau) dan Agung Imanuel Sirait (SMAN 2 Sangatta Utara). Wakil 2 diraih Saskia A’bidah (SMA Prima YPPSB) dan Aditia Misyanto (SMAN 2 Muara Wahau).
Dewan juri juga menetapkan pemenang tiga kategori khusus. Kategori Pendidikan diraih Novita Gracya Regina Putri dan Michael Dompak Gabriel Pangaribuan, keduanya dari SMKN 2 Sangatta Utara. Kategori Kebudayaan diraih Wilhelmina Rahmawati (SMK Keperawatan Singa Geweh) dan Yutfi Firdana (SMAN Rantau Pulung). Kategori Digital dan Inovasi diraih Ainur Zam Zam (SMAN 1 Sangatta Utara) dan Arzal Dilan Prasetyo (SMKN 2 Sangatta Utara).
Rangkaian pemilihan berlangsung sejak 17 Agustus hingga 26 September 2026 dan ditujukan bagi pelajar SMA/SMK/MA sederajat. Pendaftarnya mencapai 120 peserta dari 10 kecamatan di Kutai Timur. Melalui seleksi berlapis, jumlah itu mengerucut menjadi 20 finalis.
Tahapan seleksinya dimulai dari pendaftaran dan penyaringan administrasi, dilanjutkan tes akademik dan wawasan daerah, lalu wawancara. Dua puluh finalis kemudian menjalani karantina dan pembinaan, termasuk kunjungan budaya ke galeri arkeologi untuk memperdalam pemahaman tentang sejarah dan kekayaan budaya Kutai Timur.
Ketua KAC, Aimam Tohari Situmorang, menjelaskan bahwa Duta Pelajar Kutai Timur bertujuan menjadi
“wadah bagi pelajar untuk mengembangkan potensi, wawasan, karakter, dan kemampuan diri”.
Menurutnya, para duta terpilih juga diharapkan menjadi contoh dan inspirasi bagi pelajar lainnya. Ke depan, mereka akan mendapat pembinaan dari KAC.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman yang hadir pada malam itu menyampaikan rasa bangga kepada seluruh finalis. Ia menegaskan bahwa
“kalian semua adalah juara”
karena keberhasilan tidak hanya ditentukan hasil akhir, tetapi juga proses perjuangan yang telah dilalui. Bupati juga mengapresiasi KAC sebagai penggagas kegiatan, yang dinilainya penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan membentuk karakter generasi muda. Kepada para peserta, ia berpesan agar menjunjung sportivitas dan menjadi kebanggaan orang tua, sekolah, serta Kutai Timur. Kepada dewan juri, ia meminta penilaian yang objektif.
Hadir pula dalam acara tersebut Ketua DPRD Kutim Jimmi, unsur Forkopimda, Kepala Dispora Kutim Basuki Isnawan, dewan juri, kepala sekolah, serta para peserta dan tamu undangan.
Para duta terpilih diharapkan menjadi teladan sekaligus penggerak positif di sekolah dan masyarakat, serta membawa semangat pelajar Kutai Timur yang berkarakter, berwawasan, dan cinta daerah.

Komentar