Mediakta.ID_SANGATTA – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Syarikat Islam Kabupaten Kutai Timur menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) II di Aula RS Medika Sangatta, Minggu (31/5/2026). Agenda utama kegiatan ini adalah mempersiapkan regenerasi kepemimpinan organisasi melalui pemilihan Ketua DPC Syarikat Islam Kutai Timur periode 2026–2031.
Muscab yang mengusung tema “Membangun Militansi Organisasi Menuju Masa Jihad 2026–2031” tersebut dihadiri Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Syarikat Islam Kalimantan Timur Anas Yusfiudin, Sekretaris DPW Zulkifli, Ketua DPC Syarikat Islam Kutai Timur Fachrur Rozi, serta perwakilan Pimpinan Anak Cabang (PAC) dari sejumlah kecamatan.


Peserta Muscab berasal dari PAC Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Teluk Pandan, Kaliorang, Bengalon, dan beberapa wilayah lainnya di Kabupaten Kutai Timur yang memiliki hak suara dalam proses musyawarah.
Ketua DPC Syarikat Islam Kutai Timur, Fachrur Rozi, mengatakan Muscab merupakan forum tertinggi organisasi di tingkat cabang yang tidak hanya mengevaluasi program kerja, tetapi juga menentukan arah kepemimpinan organisasi untuk lima tahun mendatang.
“Melalui Muscab ini, kami berharap dapat menghasilkan kepemimpinan yang mampu melanjutkan program organisasi serta memperkuat peran Syarikat Islam di tengah masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPW Syarikat Islam Kalimantan Timur, Anas Yusfiudin, menegaskan pentingnya proses regenerasi dalam menjaga keberlangsungan organisasi. Menurutnya, pergantian maupun keberlanjutan kepemimpinan harus dilandasi semangat kebersamaan dan komitmen untuk memajukan organisasi.

Setelah rangkaian sidang dan penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus, Muscab II akan dilanjutkan dengan sidang pleno pemilihan Ketua DPC Syarikat Islam Kabupaten Kutai Timur periode 2026–2031. Hasil pemilihan tersebut nantinya akan menentukan arah kebijakan dan program organisasi selama lima tahun ke depan.
Pelaksanaan Muscab berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan diharapkan menjadi momentum konsolidasi bagi seluruh kader Syarikat Islam di Kutai Timur dalam menghadapi tantangan organisasi pada masa mendatang.


Komentar