Kutai Timur, Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mencatatkan capaian penting di bidang pengembangan sumber daya manusia setelah berhasil mengamankan kuota beasiswa Ikatan Dinas Pola Pembibitan (PolBIT) terbanyak dibandingkan daerah lain di Indonesia. Capaian ini merupakan hasil kerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) berlangsung di Aula Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang pada Jumat, 31 Juli 2026, dan menjadi tonggak sejarah baru bagi Kutai Timur di sektor pengembangan SDM transportasi daerah.
Melalui kerja sama tersebut, Kutai Timur mendapatkan alokasi 10 kuota untuk program Diploma III yang akan dimulai pada 2027, ditambah 10 kuota untuk program Diploma IV pada 2028. Para taruna dan taruni penerima beasiswa akan mengikuti pendidikan kedinasan di Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) Bekasi.
Jawaban atas Persoalan Keterbatasan SDM
Sekretaris Dinas Perhubungan Kutai Timur, Rianto Suryansyah, menyebut program ini sebagai solusi atas persoalan klasik yang selama ini dihadapi jajarannya, yakni keterbatasan sumber daya manusia. Ia menjelaskan bahwa Dinas Perhubungan Kutai Timur harus menangani pelayanan transportasi pada tiga matra sekaligus darat, laut, dan udara dengan jumlah personel yang masih terbatas.
“Hari ini persoalan keterbatasan SDM sudah dijawab dan dibuktikan lewat kebijakan Bapak Bupati melalui kerja sama dan MOU ini,” ujar Rianto.
Ia menambahkan, kerja sama ini merupakan hasil dari kebijakan Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, yang penandatanganan PKS-nya diwakilkan kepada Sekretaris Daerah Kutai Timur, Rizali Hadi.
“Ini adalah catatan sejarah baru bagi Kutai Timur. Alhamdulillah, atas kebijakan Bapak Bupati, di tahun ini kita dapat mempersiapkan putra dan putri terbaik daerah untuk bisa merasakan pendidikan kedinasan di Kementerian Perhubungan,” katanya.
Beda dengan Beasiswa Reguler
Rian, sapaan akrab Rianto Suryansyah, menjelaskan bahwa skema ikatan dinas ini berbeda dengan beasiswa reguler yang memungkinkan lulusannya bekerja di luar daerah. Melalui skema ikatan dinas di 22 perguruan tinggi di bawah naungan Kementerian Perhubungan, para penerima beasiswa dipastikan akan kembali mengabdi kepada pemerintah daerah asal.
Program ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas SDM Dinas Perhubungan Kutai Timur, sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan transportasi darat, laut, dan udara di tengah pesatnya pembangunan daerah.

Komentar