Daerah News
Beranda » Berita » Kelompok KB Pria Kutim Temui DPPKB, Dorong Sinkronisasi Program

Kelompok KB Pria Kutim Temui DPPKB, Dorong Sinkronisasi Program

SANGATTA, KUTIM — Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur menerima audiensi Kelompok KB Pria sebagai upaya memperkuat sinergi dan kolaborasi program KB pria di daerah.

Audiensi tersebut menjadi ruang bagi Kelompok KB Pria untuk menyampaikan sejumlah harapan terkait pengembangan program, sekaligus membangun koordinasi agar kegiatan yang dilaksanakan kelompok dapat berjalan selaras dengan program DPPKB.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala DPPKB Kutai Timur Yuriansyah T. , menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ketua Kelompok KB Pria “Bersyukur”, bersama jajaran dalam audiensi tersebut.

“Pertama, kami berterima kasih kepada Pak Siddik dan kawan-kawan selaku Kelompok KB Pria yang sudah berkenan hadir audiensi di DPPKB,” ujar Yuriansyah.

Menurutnya, terdapat sejumlah harapan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut, khususnya terkait kegiatan KB pria yang ke depan diharapkan dapat dikolaborasikan dengan program DPPKB.

SIGAP Koperasi Terus Dimatangkan, BRIDA Kutim Dorong Inovasi Tembus Tingkat Nasional

“Terkait dengan apa yang disampaikan beliau, cukup banyak harapan-harapan ke depan. Artinya, kegiatan-kegiatan yang ada kaitannya dengan KB pria ini bisa berkolaborasi. Kalau memang ada kegiatan-kegiatan yang berkaitan langsung dengan kelompok KB pria, pasti kami akan kolaborasi,” katanya.

Suasana Audiensi Kelompok KB Pria dengan DPPKB

Yuriansyah menambahkan, penguatan kolaborasi juga dapat dilakukan melalui petugas Penyuluh Keluarga Berencana (PPLKB) yang berada di lapangan.
Ia berharap audiensi tersebut menjadi awal untuk membangun komunikasi dan kerja sama yang semakin baik antara DPPKB dengan Kelompok KB Pria.

Sementara itu, Ketua Kelompok KB Pria Kutai Timur, Syafruddin Siddik, menekankan pentingnya sinkronisasi program antara kelompok dan DPPKB.

Menurutnya, setiap kegiatan yang akan dilaksanakan kelompok perlu dikomunikasikan terlebih dahulu agar sesuai dengan program dan prosedur yang berlaku.

“Inti daripada pertemuan kita itu mengkolaborasikan. Jadi kelompok KB pria, vasektomi, wajib berkoordinasi dengan DPPKB supaya ada sinkronisasi,” jelas Siddik.

Persikutim Siapkan Enam Pemain Lokal untuk Perkuat Kutim di Porprov

Ia menegaskan, dukungan yang diharapkan kelompok bukan berupa bantuan material maupun rupiah, melainkan dukungan melalui program yang dapat disinergikan dengan kegiatan kelompok.

“Harapan dari kelompok KB ini yaitu kontribusi program, bukan kontribusi berupa rupiah. Yang diinginkan oleh kelompok KB pria itu adalah bagaimana DPPKB memberikan kontribusi program kepada kelompok KB pria,” tuturnya.

Siddik mencontohkan, apabila DPPKB memiliki suatu kegiatan, program tersebut dapat dikolaborasikan dengan kegiatan Kelompok KB Pria selama sesuai dengan kebutuhan dan sasaran program.

“Jadi dari program ini, apa yang cocok untuk kelompok KB untuk disesuaikan dengan program yang ada. Itu yang kami inginkan,” tambahnya.

Menurut Siddik, sinkronisasi tersebut penting karena Kelompok KB Pria berada dalam pembinaan dinas. Dengan koordinasi yang baik, kegiatan kelompok diharapkan tetap sejalan dengan kebijakan dan standar operasional yang berlaku.

Persikutim Matangkan Skuad, Bidik Tiket 8 Besar Liga 3

“Karena ini kan kita di bawah naungan dinas. Siapa tahu kelompok kami bikin kegiatan tidak seirama dengan dinas, tidak sesuai dengan SOP. Jangan sampai itu justru merusak dinas juga,” katanya.

Di sisi lain, Kepala Bidang DPPKB Kutai Timur, Mustika, menyebut perkembangan program KB pria di Kutai Timur menunjukkan tren positif. Penerimaan masyarakat terhadap kontrasepsi pria, khususnya vasektomi, disebut semakin baik seiring dengan sosialisasi yang dilakukan.

“Di Kutai Timur untuk capaian KB pria sangat baik. Peminatnya sudah hampir ada 70 orang yang mengikuti vasektomi,” ujar Mustika.

Ia mengatakan, keberadaan program KB pria kini semakin diterima masyarakat. Sosialisasi menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pilihan kontrasepsi bagi pria.

“Alhamdulillah, keberadaan KB pria sekarang di masyarakat diterima oleh masyarakat dengan adanya sosialisasi kita lewat kelompok KB pria yang ada di Kutai Timur,” katanya.

Mustika menjelaskan, KB pria yang selama ini disosialisasikan mencakup metode kondom dan vasektomi. Penguatan sosialisasi dan kolaborasi antara kelompok dengan DPPKB diharapkan dapat terus meningkatkan pemahaman serta partisipasi masyarakat.

Sementara itu, Siddik berharap sinergi yang dibangun bersama DPPKB dapat turut mendukung upaya Kelompok KB Pria Kutai Timur mempertahankan prestasi sebagai motivator KB pria tingkat nasional.

Ia menilai komunikasi dan dukungan program dari DPPKB selama ini sudah berjalan, namun ke depan perlu diperkuat agar setiap kegiatan kelompok semakin terarah dan selaras dengan program pemerintah.

Dengan adanya audiensi tersebut, DPPKB dan Kelompok KB Pria Kutai Timur diharapkan dapat memperkuat koordinasi, menyelaraskan program, serta memperluas sosialisasi KB pria di masyarakat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement