SANGATTA, KUTIM – Persikutim terus mematangkan persiapan menghadapi kompetisi Liga 3. Memasuki pekan ketiga masa persiapan, komposisi pemain klub sepak bola asal Kutai Timur tersebut disebut hampir rampung dan mulai diarahkan untuk menghadapi kompetisi.
Hal tersebut disampaikan Manajer Persikutim, Pandi Widiarto, saat ditemui usai mengikuti kegiatan nonton bareng (nobar) Timnas Indonesia vs Thailand yang digelar bersama Ketua DPRD Kutai Timur, Senin (5/10/2026) malam.
Pandi mengatakan, persiapan tim telah berjalan hampir tiga minggu. Manajemen saat ini masih melakukan penyempurnaan komposisi pemain sebelum seluruh skuad dinyatakan siap bertanding.
“Kalau persiapannya sudah hampir tiga minggu berjalan. Untuk pemain sendiri sudah hampir rampung 100 persen. Mungkin di minggu ini sudah klop semua pemain, jadi persiapan sudah menuju kompetisi,” ujar Pandi.
Persikutim sendiri akan berlaga di Grup C. Dalam persaingan tersebut, Pandi menilai Persikap Pasuruan menjadi salah satu tim yang patut diwaspadai karena memiliki sejumlah pemain berpengalaman yang pernah memperkuat klub Liga 1.
“Kalau yang paling siap sementara ini Persikap Pasuruan. Rekrutannya itu banyak pemain Liga 1, ada Beto Goncalves, Otavio Dutra, ada Osvaldo Haay, banyak diisi pemain-pemain pengalaman, pemain-pemain mantan Liga 1,” jelasnya.
Meski menghadapi lawan dengan materi pemain berpengalaman, Persikutim memastikan tidak gentar. Terlebih, sistem pertandingan yang menggunakan format kandang dan tandang dinilai memberikan keuntungan tersendiri bagi Persikutim ketika bermain di Stadion Kudungga.
“Tapi kita juga tidak gentar, artinya karena sistemnya home away tentu kita sangat diuntungkan kalau main di kandang,” tegas Pandi.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Persikutim memasang target untuk melangkah lebih jauh dalam kompetisi. Manajemen menargetkan tim mampu menembus fase delapan besar.
“Kita targetnya mudah-mudahan bisa lolos ke fase delapan besar,” ungkapnya.
Pandi menambahkan, keberadaan Persikutim di kompetisi juga diharapkan tidak hanya menjadi wadah prestasi olahraga, tetapi turut mendorong perkembangan sepak bola dan industri olahraga di Kutai Timur.
Menurutnya, pertandingan yang menghadirkan klub-klub dari luar daerah dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan Kutai Timur melalui olahraga, sekaligus membuka peluang pengembangan sport tourism di daerah.
“Karena kita sedang bukan hanya bicara soal olahraganya saja, tapi kita bicara soal pengembangan industri olahraga di Kutai Timur. Bicara soal sport tourism-nya buat Kutai Timur,” pungkas Pandi.

Komentar