SANGATTA, KUTIM – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan kegiatan Peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) dan Penguatan Ideologi Pancasila yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Timur bersama Dispora Kutim, di Ruang Meranti, Sekretariat Kabupaten Kutim, Rabu (16/7/2026).
Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan, menyebut penunjukan Kutim sebagai tuan rumah merupakan bentuk apresiasi atas konsistensi daerah dalam pembangunan sektor kepemudaan. Selama dua tahun berturut-turut, Kutim berhasil meraih Panji Keberhasilan Pembangunan Bidang Kepemudaan tingkat Provinsi Kaltim. “Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan pemuda,” katanya.
Kaltim Peringkat 5 Nasional, Tapi Domain Kepemimpinan Masih Tertinggal
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Bidang Pengembangan Pemuda Dispora Kaltim, Hasbar Mara, memaparkan capaian Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) 2024 yang dirilis Kementerian Pemuda dan Olahraga. Kalimantan Timur menempati peringkat kelima nasional dengan nilai 59,17, di atas rata-rata nasional sebesar 56,3.
Meski begitu, Hasbar mengingatkan capaian tersebut belum menggambarkan kondisi ideal. Dari lima domain penilaian IPP — pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan, kesempatan kerja, partisipasi dan kepemimpinan, serta gender dan diskriminasi — domain partisipasi dan kepemimpinan tercatat masih berada di bawah rata-rata nasional.
Data lain yang diungkap Hasbar juga menjadi sorotan: dari sekitar 200 peserta yang mengikuti kegiatan sosialisasi di berbagai daerah, jumlah pemuda yang aktif berorganisasi tidak sampai 10 persen. “Ini menjadi alarm bagi kita semua. Pemuda harus lebih banyak terlibat dalam organisasi karena di sanalah mereka belajar memimpin, bekerja sama, berkomunikasi, dan mengembangkan kemampuan diri,” ujarnya.

Ancaman Digital Turut Jadi Perhatian
Hasbar menilai derasnya arus media sosial, gim daring, serta maraknya praktik judi online turut menggeser perhatian generasi muda dari aktivitas organisasi. Ia menegaskan organisasi merupakan “sekolah kepemimpinan” yang mencetak calon pemimpin masa depan, sekaligus ruang untuk memperkuat ideologi Pancasila di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya di Kaltim.
Senada, Basuki Isnawan mengingatkan bahwa ancaman narkoba dan judi online adalah persoalan nyata yang bisa merusak masa depan generasi muda apabila tidak dicegah sejak dini. “Saya mengajak seluruh pemuda Kutim menjauhi narkoba dan judi online. Mari isi waktu dengan kegiatan yang positif, aktif berorganisasi, terus belajar, dan mengembangkan kemampuan diri,” pesannya.
Respons Positif dari Duta Pemuda Kutim
Riswan Ardhi, Duta Pemuda Kutim 2025 yang turut hadir sebagai peserta, mengaku kegiatan ini membuka wawasannya bahwa pembangunan pemuda tidak hanya soal pendidikan atau pekerjaan, tapi juga soal keberanian mengambil peran dan berkontribusi bagi daerah. “Kami ingin membuktikan bahwa pemuda Kutai Timur mampu menjadi generasi yang berprestasi, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Dispora Kaltim dan Dispora Kutim berharap seluruh domain IPP di Kutim dapat semakin diperkuat, sekaligus memperbesar kontribusi daerah terhadap pembangunan kepemudaan Kaltim menuju Indonesia Emas 2045.


Komentar